Rabu, 20 April 2016

Manfaat sari tebu (Sacharum officinarum)

”SABU”

Pengaruh Sari Tebu dalam Mengobati Flu dan Pilek

BAB I

A. LATAR BELAKANG
Tebu (Sacharum officinarum) merupakan anggota dari klas  Graminae atau sejenis  rumput - rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang, ada pula yang dapat tumbuh pada daerah panas. Termasuk tanaman berbiji tunggal yang tingginya berkisar 2 - 4 meter. Batang yang dimiliki terdiri dari banyak ruas, yang setiap ruasnya dibatasi oleh buku – buku yang digunakan sebagai tempat duduknya daun. Bentuk daunnya berwujud helaian dengan pelepah. Panjang daun dapat mencapai 1 meter dengan permukaan kasar dan berbulu. Tanaman ini, biasanya tumbuh pada daerah yang memiliki  ketinggian tanah sekitar 1 sampai 1300 meter. Tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula ini, dapat mudah tumbuh dan berkembang dalam kondisi tanah yang kering. Masa tumbuh yang dimilikinya sekitar 5 hingga 7 bulan. Sacharum officinarum berbentuk batang yang panjang dengan sekat yang menyerupai bentuk bambu. Batang panjang yang dimiliki tumbuhan ini mengandung banyak air yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula. Namun pada era modern, sari tebu dapat langsung diminum. Berdasarkan penelitian, tanaman tebu berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama dapat meredakan flu dan pilek (Siskawardhani, 2013).
Flu dan pilek merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza yang mudah menular. Penyakit ini sangat mudah menular, karena penyebaran virus dapat terjadi melalui udara pada saat orang berbicara, batuk dan bersin. Influenza merupakan penyakit yang umum terjangkit dikalangan masyarakat. Penyebaran virus ini tidak bisa diprediksi dan dihentikan karena penularannya terjadi pada masa satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala. Ketika gejala di temukan, penyakit sudah menyebar luas sehingga berkembang menjadi epidemik di negara subtropis angka kejadian influenza meningkat bahkan dapat menyebabkan kejadian luar biasa hampir setiap tahun menyebabkan kematian ±20.000. Kelompok penderita influenza terbanyak adalah anak-anak, tetapi komplikasi dan kematian tertinggi terjadi pada orang usia >65 tahun dan orang yang memiliki risiko tinggi.
Namun penyembuhan penyakit flu dapat diobati dengan sari tebu. Hal tersebut dikarenakan tebu mengandung banyak air gula yang berkadar sampai 20%, vitamin, karbohidrat, protein, fosfor, dan kalsium. Kandungan ini yang membuat tebu bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit ringan seperti yang diketahui, bahwa flu bisa dicegah dengan makanan yang banyak mengandung air. Beberapa manfaat lainnya yaitu digunakan untuk dikomsumsi langsung dengan cara dibuat jus, menjadi tetes rum dan menjadi ethanol yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar. Air tebu dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh sakit tenggorokan dan mencegak sakit flu serta bisa menjaga badan kita sehat (Muharani. 2011).
            Oleh sebab itu, dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini penulis berusaha mencari tahu dan membuktikan pengaruh khasiat sari tebu yang dapat digunakan untuk meredakan penyakit flu. Sehingga, tanaman tebu yang semula hanya dijadikan sebagai bahan utama pembuatan gula pasir. Kini dapat di ambil sarinya sebagai obat herbal yang murah dan terjangkau untuk masayarakat luas sebagai pereda flu.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat ditarik rumusan masalah:
1.    Bagaimana cara mudah untuk mengetahui pengaruh minuman sari tebu sebagai pereda flu?
2.    Bagaimana mensosialisasikan minuman sari tebu yang dapat digunakan sebagi obat herbal dalam menyembuhkan penyakit?

C. TUJUAN
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah:
1.      Bagaimana pengaruh sari tebu yang dapat meredakan flu dan pilek yang sering melanda anak usia dini.
2.      Untuk mengetahui bagaimana mensosialisasikan minuman sari tebu sebagai obat herbal untuk meredakan flu.


BAB II

D. LANDASAN TEORI
Tebu merupakan tanaman bahan baku untuk pembuatan gula dan vetsin. Tanaman berbatang ini tumbuh dengan subur di daerah tropis. Memiliki klasifikasi ilmiah:
Kerajaan                   : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
Kelas                         : Liliopsida
Ordo                         : Poales          
Famili                       : Poaceae
Genus                       : Saccharum
Nama Binomial      : Saccharum officinarum
           (Wahyu, 2010)
Wahyu (2010: 9) tebu dalam bahasa inggris berarti sugar cane merupakan sebuah tanaman yang unik bentuknya dan cara makannya, tebu itu sendiri adalah tanaman yang berbentuk panjang yang penanamannya bisa dilakukan dengan stek atau cangkok. Tanaman tebu juga sering kita jumpai dimasyarakat luar yang di tanam untuk bahan baku gula.
Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan, karena bentuk dan caranya hampir sama dengan menanam rumput-rumputan. Penanaman tanaman ini sebenarnya sulit untuk dilakukan cara menanam dan pemeliharaannya. Masyarakat biasanya menanam tanaman gula ini mulai dari ditanam sampai dipanen sekitar kurang lebih satu tahunan. Tanaman ini cukup lama untuk dipanen, akan tetapi jika produksi tebu ini menurun semua jenis makanan akan menurun juga, dikarenakan tebu ini sebagai sumber proses bahan baku gula. 
Selama ini tebu hanya dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan gula pasir. Selain itu, tebu memiliki manfaat yang digunakan sebagai obat bagi kesehatan manusia. Hal tersebut karena adanya zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti, kaya akan karbohidrat, glukosa, tingginya kalium, magnesium, kalsium, vitamin B2, serta mengandung antioksidan yang tinggi. Semua zat-zat tersebut banyak berpengaruh terhadap kesehatan. Seperti dapat mencegah kanker karena adanya sifat yang mempunyai unsur-unsur alkali, seperti kanker usus, kanker paru-paru, dan kanker payudara. Dalam hal ini, banyak zat-zat lain yang terkandung di dalam sari tebu. Seperti karbohidrat yang merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid dan gugus hidroksi, senyawa glukosa, fruktosa, galaktosa, laktosa, sukrosa, selulosa, dan glikogen. Hidrolisis glikogen ini akan menghasilkan suatu zat dari glukosa yaitu penetral dalam tubuh tumbuhan dan glikogen ini memuat banyak unsur seperti sukrosa, glukosa, dan lainnya. Akan tetapi glikogen ini sangat penting bagi tumbuhan yang sangat butuh untuk makanan, misalnya padi, jagung, tebu, dan lain-lain. Glikogen itu sendiri merupakan fungsi tumbuhan yang menghasilkan makanan dan juga mempunyai tempat penyimpanan seperti wadah yang digunakan untuk proses cadangan makanan dalam tumbuhan ( Rakha, 2011)
Tanaman sebagai bahan baku gula ini memiliki keajaiban yang tidak diperlihatkannya seperti, bentuknya yang panjang lurus dan  tidak mempunyai cabang. Selain itu, tanaman tebu ini juga memiliki buah kecil yang umumnya tidak diketahui oleh banyak orang. Memiliki bentuk daun yang unik dan terdapat duri yang berbulu halus di dalamnya. Tebu mempunyai suatu zat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Manfaat yang dihasilkan berasal dari batang panjang yang dimiliki.    
Manfaat  air tebu atau sari tebu bagi kesehatan sangat beragam. Bagi penderita penyakit kolesterol tinggi, ataupun penyakit lain seperti diabetes. Air tebu dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, secara khas air tebu manis karena banyak mengandung gula. Kandungan air tebu  berbeda dengan gula pasir,walaupun gula pasir berasal dari tebu. Beberapa khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh dan berikut inagurasi sampaikan manfaat yang terkandung di dalam sari tebu. Berikut beberapa manfaat sari tebu bagi kesehatan manusia yaitu, mencegah penyakit kuning, meredakan rasa nyeri, mengobati batu ginjal, menurunkan demam, meredakan flu mencegah kanker, dapat menghambat pertumbuhan plak pada pembuluh, mengatasi dehidrasi (Muharani, 2011)


BAB III
 METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis  Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian diskriptif yang condong ke kualitatif dan kuantitatif, suatu penelitian studi kasus dapat menggabungkan dua metode melalui wawancara mendalam, sebuah studi kasus dapat melakukan analisis kualitatif terhadap isu-isu spesifik yang kemudian dapat dijadikan variabel terukur dan selanjutnya dianalisis secara kuantitatif (Kuspratomo, 2012).
Adapun penelitian ini dengan menggunakan beberapa desain penelitian seperti berikut: Penelitian longitudinal adalah penelitian yang menekankan pengamatan terhadap perubahan dalam jangka waktu panjang, yaitu dengan melakukan  pencarian informasi tentang berbagai kandungan tebu yang dapat dimanfaat sebagai obat. Melakukan kajian terhadap kegiatan penyuluhan tentang manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi tebu, terutama dalam bentuk sari tebu murni yang belum diolah oleh pabrik. Sehingga kandungan yang terkandung masih utuh dan belum mengalami denaturasi. Melakukan sosialisasi pada penduduk tentang cara penggunaan dan pengolahan cara memanfaatkan tebu sebagai obat penyakit yang menyerang manusia serta pengaruhnya terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian lintas-bagian dan survei yaitu penelitian yang menekankan kepada penelitian di satu titik tertentu (a point in time) terhadap beberapa variabel, melintasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan satu fenomena tertentu, sebagai contoh penelitian kebutuhan informasi dan perilaku penemuan informasi. (Kuswuri, 2009)

2.    Lokasi Penelitian
Rencana penelitian dilakukan di daerah yang memiliki potensi besar atau yang banyak terdapat budidaya tanaman tebu di wilayah Malang.


  1. Objek dan Subjek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah kebutuhan dan pencarian informasi tentang manfaat tanaman tebu bagi kesehatan manusia dan mengetahui pengaruh sari tebu dalam mengatasi atau meredakan flu yang kini sedang merajalela di musim pancaroba.
Adapun subjek dari penelitian ini adalah anak usia dini dan masyarakat yang sedang menderita penyakit seperti flu, diabetes, dehidrasi yang berkepanjangan dan mengatasi plak.

4.    Populasi dan Sampel
4.1. Populasi
Menurut Warsito (1992: 49), populasi yaitu sekumpulan unsur atau elemenyang menjadi objek penelitian dan elemen populasi itu merupakan
satuan analisis. Dengan demikian populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti baik berupa benda, manusia, peristiwa ataupun gejala yang akan terjadi. Sedangkan pengertian lain, populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek yang merupakan perhatian peneliti, objek penelitian dapat berupa makhluk hidup, benda, sistem dan prosedur, dan fenomena.
Populasi yang akan dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah masyarakat umum di sekitar daerah budidaya tebu dan anak-anak usia dini yang rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menular, seperti flu.
4.2. Sampel
Sampel menurut Sugiyono (2004: 56) yaitu sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sedangkan sampel menurut Hadi (1983: 63) adalah sebagian individu atau populasi yang diselidiki. Dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian populasi yang diambil untuk diselidiki oleh peneliti.
 Dalam kaitannya dengan penelitian ini, penulis mengidentifikasi manfaat-manfaat yang diberikan oleh sari tebu diantaranya yaitu: batuk,  panas tinggi, sampai jantung berdebar bisa dipunahkan oleh tebu. Hal yang paling penting, perasan sari tebu mengandung senyawa Saccharant yang berfungsi sebagai anti diabetes, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabet (kencing manis). Sari tebu juga telah diteliti dan ternyata banyak mengandung Vit B2 (riboflavin). Selain itu, meminum sari tebu juga dapat mencegah kerusakan gigi, membantu pemulihan pencernaan dan menyembuhkan pegal linu. Mencegah penyakit kuning, meredakan rasa nyeri, batu ginjal, menurunkan demam karena mengandung fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan suhu badan. Selain itu, pasien yang menderita diabetes juga aman mengkonsumsi sari tebu. Sebab, pemberian policasanol 10 mg per hari menunjukkan penurunan total kolesterol 17,5% dan DDL-kolesterol 21,8% namun tidak terjadi peningkatan pada kadar glukosa atau glikemik darah yang menyebabkan kadar HDL – Kolesterol meningkat 11,3%. Selain manis dan lezat, ternyata tebu pun kaya akan khasiat.



DAFTAR PUSTAKA

Kuspratomo, A.D. 2012. “Pengaruh Varietas Tebu Potongan dan Penundaan Giling terhadap Kualitas Nira Tebu”. Jurnal Agrotintek Madura: Vol 6(3) Agustus 2012.


Kuswuri, R. 2009. “Degradasi Kualitas Tebu Setelah Ditebang” dalam http://Risvankuswuri.html. Diakses pada 11 Desember 2015.


Maharani, 2011. “Perkembangan Bakteri Probiotik dan Nilai Organoleptik Minuman Fermentasi dari Media Nira Aren (Arenga pinnata Merr), Nira Tebu 10 (Saccharum officinarum) dan Air Kelapa (Cocos nucifera)”. Padang: Universitas Andalas. Skripsi.


Rakha. 2011. ”Eksplorasi Tanaman Tebu Saccharum officinarum di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung”. Padang: Universitas Andalas. Skripsi tidak diterbitkan.


Siskawardani, Devi. ”Pengaruh Konsentrasi Na-Cmc (Natrium– Carboxymethyle Cellulose) dan Lama Sentrifugasi terhadap Sifat Fisik Kimia Minuman Asam Sari Tebu (Saccharum Officinarum L )”. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. UB: Malang. Vol. 1 No. 1, April 2013

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis: Penerbit CV. Alfabeta: Bandung


Wahyu, Mulyana. 2010. Teori dan Praktek Cocok Tanam Tebu dengan Masalahnya. Semarang: CV Aneka Ilmu.


Warsito, Hermawan.1992. Pengantar Metodologi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.