Rabu, 20 April 2016

Manfaat sari tebu (Sacharum officinarum)

”SABU”

Pengaruh Sari Tebu dalam Mengobati Flu dan Pilek

BAB I

A. LATAR BELAKANG
Tebu (Sacharum officinarum) merupakan anggota dari klas  Graminae atau sejenis  rumput - rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang, ada pula yang dapat tumbuh pada daerah panas. Termasuk tanaman berbiji tunggal yang tingginya berkisar 2 - 4 meter. Batang yang dimiliki terdiri dari banyak ruas, yang setiap ruasnya dibatasi oleh buku – buku yang digunakan sebagai tempat duduknya daun. Bentuk daunnya berwujud helaian dengan pelepah. Panjang daun dapat mencapai 1 meter dengan permukaan kasar dan berbulu. Tanaman ini, biasanya tumbuh pada daerah yang memiliki  ketinggian tanah sekitar 1 sampai 1300 meter. Tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula ini, dapat mudah tumbuh dan berkembang dalam kondisi tanah yang kering. Masa tumbuh yang dimilikinya sekitar 5 hingga 7 bulan. Sacharum officinarum berbentuk batang yang panjang dengan sekat yang menyerupai bentuk bambu. Batang panjang yang dimiliki tumbuhan ini mengandung banyak air yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula. Namun pada era modern, sari tebu dapat langsung diminum. Berdasarkan penelitian, tanaman tebu berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama dapat meredakan flu dan pilek (Siskawardhani, 2013).
Flu dan pilek merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza yang mudah menular. Penyakit ini sangat mudah menular, karena penyebaran virus dapat terjadi melalui udara pada saat orang berbicara, batuk dan bersin. Influenza merupakan penyakit yang umum terjangkit dikalangan masyarakat. Penyebaran virus ini tidak bisa diprediksi dan dihentikan karena penularannya terjadi pada masa satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala. Ketika gejala di temukan, penyakit sudah menyebar luas sehingga berkembang menjadi epidemik di negara subtropis angka kejadian influenza meningkat bahkan dapat menyebabkan kejadian luar biasa hampir setiap tahun menyebabkan kematian ±20.000. Kelompok penderita influenza terbanyak adalah anak-anak, tetapi komplikasi dan kematian tertinggi terjadi pada orang usia >65 tahun dan orang yang memiliki risiko tinggi.
Namun penyembuhan penyakit flu dapat diobati dengan sari tebu. Hal tersebut dikarenakan tebu mengandung banyak air gula yang berkadar sampai 20%, vitamin, karbohidrat, protein, fosfor, dan kalsium. Kandungan ini yang membuat tebu bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit ringan seperti yang diketahui, bahwa flu bisa dicegah dengan makanan yang banyak mengandung air. Beberapa manfaat lainnya yaitu digunakan untuk dikomsumsi langsung dengan cara dibuat jus, menjadi tetes rum dan menjadi ethanol yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar. Air tebu dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh sakit tenggorokan dan mencegak sakit flu serta bisa menjaga badan kita sehat (Muharani. 2011).
            Oleh sebab itu, dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini penulis berusaha mencari tahu dan membuktikan pengaruh khasiat sari tebu yang dapat digunakan untuk meredakan penyakit flu. Sehingga, tanaman tebu yang semula hanya dijadikan sebagai bahan utama pembuatan gula pasir. Kini dapat di ambil sarinya sebagai obat herbal yang murah dan terjangkau untuk masayarakat luas sebagai pereda flu.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat ditarik rumusan masalah:
1.    Bagaimana cara mudah untuk mengetahui pengaruh minuman sari tebu sebagai pereda flu?
2.    Bagaimana mensosialisasikan minuman sari tebu yang dapat digunakan sebagi obat herbal dalam menyembuhkan penyakit?

C. TUJUAN
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah:
1.      Bagaimana pengaruh sari tebu yang dapat meredakan flu dan pilek yang sering melanda anak usia dini.
2.      Untuk mengetahui bagaimana mensosialisasikan minuman sari tebu sebagai obat herbal untuk meredakan flu.


BAB II

D. LANDASAN TEORI
Tebu merupakan tanaman bahan baku untuk pembuatan gula dan vetsin. Tanaman berbatang ini tumbuh dengan subur di daerah tropis. Memiliki klasifikasi ilmiah:
Kerajaan                   : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
Kelas                         : Liliopsida
Ordo                         : Poales          
Famili                       : Poaceae
Genus                       : Saccharum
Nama Binomial      : Saccharum officinarum
           (Wahyu, 2010)
Wahyu (2010: 9) tebu dalam bahasa inggris berarti sugar cane merupakan sebuah tanaman yang unik bentuknya dan cara makannya, tebu itu sendiri adalah tanaman yang berbentuk panjang yang penanamannya bisa dilakukan dengan stek atau cangkok. Tanaman tebu juga sering kita jumpai dimasyarakat luar yang di tanam untuk bahan baku gula.
Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan, karena bentuk dan caranya hampir sama dengan menanam rumput-rumputan. Penanaman tanaman ini sebenarnya sulit untuk dilakukan cara menanam dan pemeliharaannya. Masyarakat biasanya menanam tanaman gula ini mulai dari ditanam sampai dipanen sekitar kurang lebih satu tahunan. Tanaman ini cukup lama untuk dipanen, akan tetapi jika produksi tebu ini menurun semua jenis makanan akan menurun juga, dikarenakan tebu ini sebagai sumber proses bahan baku gula. 
Selama ini tebu hanya dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan gula pasir. Selain itu, tebu memiliki manfaat yang digunakan sebagai obat bagi kesehatan manusia. Hal tersebut karena adanya zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti, kaya akan karbohidrat, glukosa, tingginya kalium, magnesium, kalsium, vitamin B2, serta mengandung antioksidan yang tinggi. Semua zat-zat tersebut banyak berpengaruh terhadap kesehatan. Seperti dapat mencegah kanker karena adanya sifat yang mempunyai unsur-unsur alkali, seperti kanker usus, kanker paru-paru, dan kanker payudara. Dalam hal ini, banyak zat-zat lain yang terkandung di dalam sari tebu. Seperti karbohidrat yang merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid dan gugus hidroksi, senyawa glukosa, fruktosa, galaktosa, laktosa, sukrosa, selulosa, dan glikogen. Hidrolisis glikogen ini akan menghasilkan suatu zat dari glukosa yaitu penetral dalam tubuh tumbuhan dan glikogen ini memuat banyak unsur seperti sukrosa, glukosa, dan lainnya. Akan tetapi glikogen ini sangat penting bagi tumbuhan yang sangat butuh untuk makanan, misalnya padi, jagung, tebu, dan lain-lain. Glikogen itu sendiri merupakan fungsi tumbuhan yang menghasilkan makanan dan juga mempunyai tempat penyimpanan seperti wadah yang digunakan untuk proses cadangan makanan dalam tumbuhan ( Rakha, 2011)
Tanaman sebagai bahan baku gula ini memiliki keajaiban yang tidak diperlihatkannya seperti, bentuknya yang panjang lurus dan  tidak mempunyai cabang. Selain itu, tanaman tebu ini juga memiliki buah kecil yang umumnya tidak diketahui oleh banyak orang. Memiliki bentuk daun yang unik dan terdapat duri yang berbulu halus di dalamnya. Tebu mempunyai suatu zat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Manfaat yang dihasilkan berasal dari batang panjang yang dimiliki.    
Manfaat  air tebu atau sari tebu bagi kesehatan sangat beragam. Bagi penderita penyakit kolesterol tinggi, ataupun penyakit lain seperti diabetes. Air tebu dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, secara khas air tebu manis karena banyak mengandung gula. Kandungan air tebu  berbeda dengan gula pasir,walaupun gula pasir berasal dari tebu. Beberapa khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh dan berikut inagurasi sampaikan manfaat yang terkandung di dalam sari tebu. Berikut beberapa manfaat sari tebu bagi kesehatan manusia yaitu, mencegah penyakit kuning, meredakan rasa nyeri, mengobati batu ginjal, menurunkan demam, meredakan flu mencegah kanker, dapat menghambat pertumbuhan plak pada pembuluh, mengatasi dehidrasi (Muharani, 2011)


BAB III
 METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis  Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian diskriptif yang condong ke kualitatif dan kuantitatif, suatu penelitian studi kasus dapat menggabungkan dua metode melalui wawancara mendalam, sebuah studi kasus dapat melakukan analisis kualitatif terhadap isu-isu spesifik yang kemudian dapat dijadikan variabel terukur dan selanjutnya dianalisis secara kuantitatif (Kuspratomo, 2012).
Adapun penelitian ini dengan menggunakan beberapa desain penelitian seperti berikut: Penelitian longitudinal adalah penelitian yang menekankan pengamatan terhadap perubahan dalam jangka waktu panjang, yaitu dengan melakukan  pencarian informasi tentang berbagai kandungan tebu yang dapat dimanfaat sebagai obat. Melakukan kajian terhadap kegiatan penyuluhan tentang manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi tebu, terutama dalam bentuk sari tebu murni yang belum diolah oleh pabrik. Sehingga kandungan yang terkandung masih utuh dan belum mengalami denaturasi. Melakukan sosialisasi pada penduduk tentang cara penggunaan dan pengolahan cara memanfaatkan tebu sebagai obat penyakit yang menyerang manusia serta pengaruhnya terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian lintas-bagian dan survei yaitu penelitian yang menekankan kepada penelitian di satu titik tertentu (a point in time) terhadap beberapa variabel, melintasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan satu fenomena tertentu, sebagai contoh penelitian kebutuhan informasi dan perilaku penemuan informasi. (Kuswuri, 2009)

2.    Lokasi Penelitian
Rencana penelitian dilakukan di daerah yang memiliki potensi besar atau yang banyak terdapat budidaya tanaman tebu di wilayah Malang.


  1. Objek dan Subjek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah kebutuhan dan pencarian informasi tentang manfaat tanaman tebu bagi kesehatan manusia dan mengetahui pengaruh sari tebu dalam mengatasi atau meredakan flu yang kini sedang merajalela di musim pancaroba.
Adapun subjek dari penelitian ini adalah anak usia dini dan masyarakat yang sedang menderita penyakit seperti flu, diabetes, dehidrasi yang berkepanjangan dan mengatasi plak.

4.    Populasi dan Sampel
4.1. Populasi
Menurut Warsito (1992: 49), populasi yaitu sekumpulan unsur atau elemenyang menjadi objek penelitian dan elemen populasi itu merupakan
satuan analisis. Dengan demikian populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti baik berupa benda, manusia, peristiwa ataupun gejala yang akan terjadi. Sedangkan pengertian lain, populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek yang merupakan perhatian peneliti, objek penelitian dapat berupa makhluk hidup, benda, sistem dan prosedur, dan fenomena.
Populasi yang akan dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah masyarakat umum di sekitar daerah budidaya tebu dan anak-anak usia dini yang rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menular, seperti flu.
4.2. Sampel
Sampel menurut Sugiyono (2004: 56) yaitu sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sedangkan sampel menurut Hadi (1983: 63) adalah sebagian individu atau populasi yang diselidiki. Dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian populasi yang diambil untuk diselidiki oleh peneliti.
 Dalam kaitannya dengan penelitian ini, penulis mengidentifikasi manfaat-manfaat yang diberikan oleh sari tebu diantaranya yaitu: batuk,  panas tinggi, sampai jantung berdebar bisa dipunahkan oleh tebu. Hal yang paling penting, perasan sari tebu mengandung senyawa Saccharant yang berfungsi sebagai anti diabetes, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabet (kencing manis). Sari tebu juga telah diteliti dan ternyata banyak mengandung Vit B2 (riboflavin). Selain itu, meminum sari tebu juga dapat mencegah kerusakan gigi, membantu pemulihan pencernaan dan menyembuhkan pegal linu. Mencegah penyakit kuning, meredakan rasa nyeri, batu ginjal, menurunkan demam karena mengandung fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan suhu badan. Selain itu, pasien yang menderita diabetes juga aman mengkonsumsi sari tebu. Sebab, pemberian policasanol 10 mg per hari menunjukkan penurunan total kolesterol 17,5% dan DDL-kolesterol 21,8% namun tidak terjadi peningkatan pada kadar glukosa atau glikemik darah yang menyebabkan kadar HDL – Kolesterol meningkat 11,3%. Selain manis dan lezat, ternyata tebu pun kaya akan khasiat.



DAFTAR PUSTAKA

Kuspratomo, A.D. 2012. “Pengaruh Varietas Tebu Potongan dan Penundaan Giling terhadap Kualitas Nira Tebu”. Jurnal Agrotintek Madura: Vol 6(3) Agustus 2012.


Kuswuri, R. 2009. “Degradasi Kualitas Tebu Setelah Ditebang” dalam http://Risvankuswuri.html. Diakses pada 11 Desember 2015.


Maharani, 2011. “Perkembangan Bakteri Probiotik dan Nilai Organoleptik Minuman Fermentasi dari Media Nira Aren (Arenga pinnata Merr), Nira Tebu 10 (Saccharum officinarum) dan Air Kelapa (Cocos nucifera)”. Padang: Universitas Andalas. Skripsi.


Rakha. 2011. ”Eksplorasi Tanaman Tebu Saccharum officinarum di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung”. Padang: Universitas Andalas. Skripsi tidak diterbitkan.


Siskawardani, Devi. ”Pengaruh Konsentrasi Na-Cmc (Natrium– Carboxymethyle Cellulose) dan Lama Sentrifugasi terhadap Sifat Fisik Kimia Minuman Asam Sari Tebu (Saccharum Officinarum L )”. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. UB: Malang. Vol. 1 No. 1, April 2013

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis: Penerbit CV. Alfabeta: Bandung


Wahyu, Mulyana. 2010. Teori dan Praktek Cocok Tanam Tebu dengan Masalahnya. Semarang: CV Aneka Ilmu.


Warsito, Hermawan.1992. Pengantar Metodologi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Jumat, 25 September 2015

PHYLUM PROTOZOA

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Protozoa merupakan hewan berukuran mikroskopis yang terdiri dari satu sel. Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos berarti pertama dan zoon berarti hewan. Setiap individu protozoa tersusun dari organela–organela yang merupakan kesatuan lengkap dan sanggup melakukan semua fungsi kehidupan. Sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, tetapi beberapa jenis hidup sebagai parasit pada binatang dan manusia. Sesuai dengan klasifikasi Protozoa termasuk Protista yang menyerupai hewan. Kelompok ini mulanya dibentuk untuk mengelompokan organisme yang bukan tumbuhan dan bukan hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme seperti hewan. Sebagian besar Protozoa uniseluler memiliki ukuran tubuh antara 2μm-1.000μm, protozoa termasuk eukariot. Biasanya hidup di dalam air, namun ada juga yang ditemukan di dalam tanah bahkan di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Di perairan laut ataupun air tawar, Protozoa berperan sebagai zooplankton.
Dunia Protozoa dalam pengelompokan besar berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi4 Filum: Sarcodina, Cilliata, Flagellata, dan Sporozoa.Filum protozoa dengan anggota yang paling besar adalah Sarcodina, meliputi 11500 spesies hidup dan 33000spesies berupa fosil (Encyclopedia, 2005).
  

1.2    Rumusan Masalah
       1.  Apa itu Protozoa?
       2. Apa saja ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.?
       3. Bagaimana klasifikasi phylum Protozoa?
       4. Bagaimana struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.?

1.3    Tujuan
1.    Mengenal Protozoa.
2.    Mengetahui ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.
3.    Dapat mengetahui dan memahami klasifikasi phylum Protozoa.
4.    Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.

1.4 Manfaat
1.      Memberikan informasi tentang ciri umum dan ciri khusus yang dimiliki oleh phylum protozoa.
2.      Memberikan informasi tentang klasifikasi pada phylum protozoa.
3.      Memberikan gambaran tentang struktur tubuh beserta fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum protozoa.




BAB II
ISI

2.1. Ciri khusus
1.      Tubuh protozoa sering memiliki struktur khusus yang disebut organel (organ kecil).
2.      Tubuh protozoa halus, mengandung silika, kapur, atau bahan keras lainnya.
3.      Beberapa protozoa hidup bertahun-tahun dalam kondisi encysted (tertutup oleh kista atau membran tebal atau cangkang).
4.      Protozoa berkembang biak dengan pembelahan biner, atau dengan tunas  yang didahului oleh konjugasi
5.      Protozoa bersifat polimorfisme, yaitu memiliki bentuk yang berbeda- beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
6.      Ukuran Protozoa berkisar 10-55 mikrometer, tetapi mereka dapat sebesar 1 mm. Protozoa terbesar yang disebut xenophyophores, yang dapat terukur diameter hingga 20 sentimeter.
7.      Protozoa suka hidup di habitat lembab dan air. Kista mereka dapat ditemukan di bagian paling buram dari ekosfer.

2.2. Ciri umum
Ciri-ciri umum yang dimiliki oleh phylum Protozoa
1. Umumnya bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu
    (pseudopodia), bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
3. Habita Protozoa, hidup bebas, saprofit atau sebagai parasit pada manusia
    ataupun hewan
4. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal (uniselular)
5. Bersifat eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Protozoa hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) pada habitat
    yang beragam.
7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. Sista merupakan bentuk sel
    protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora
    yang terjadi pada bakteri
8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak memiliki dinding sel dan karena itu dapat memiliki berbagai
    bentuk. Namun demikian, beberapa protozoa memiliki lapisan liat, pelikel,  
    atau dinding kaku di luar membran sel.
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

2.3 Klasifikasi
Dalam Klasifikasi makhluk hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda (kaki semu), Ciliata (bulu getar), Flagellata (bulu cambuk), sporozoa (tidak mempunyai alat gerak khusus)
1.Filum Rhizopoda
Rhizopoda (Yunani, rhizo = akar, pod = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco: daging) adalah Protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki palsu atau semu). Pseudopodia (Yunani, pseudes = palsu, pod = kaki) merupakan penjuluran sitoplasma yang terbentuk saat bergerak untuk mendekati sumber makanan. Pseudopodia dapat muncul dari permukaan sel bagian mana saja.Sitoskeleton yang terdiri atas mikrotubul dan mikrofilamen berperan dalam pergerakan pseudopodia. Pada saat bergerak, Rhizopoda menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya, kemudian sitoplasma akan lebih banyak mengalir ke pseudopodia. Bentuk pseudopodia ada yang tebal membulat atau tipis meruncing.Pada Rhizopoda bercangkang, misalnya Foraminifera (Globigerina) dan Arcella, pseudopodia menjulur keluar melalui suatu lubang yang terdapat pada cangkang. Cangkang tersebut berukuran sekitar 0,5 mm hingga beberapa sentimeter yang tersusun dari campuran protein dan kalsium karbonat atau silikat.
§ Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan  
  Vakuola kontraktil
§ Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan
  disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
§ Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut
   radang gusi (Gingivitis)
§ Foraminifera sp.fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya  
   minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah
   globigerina.
§ Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan
  untuk bahan penggosok.

2.Filum Ciliata
Ciliata (Ciliophora), memiliki alat gerak berupa silia (rambut getar)
§ Paramaecium caudatum  disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator).
Memiliki dua jenis inti  Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara reproduksi, aseksual dengan membelah diri, seksual dengan konjugasi.
Balantidium coli dapat menyebabkan penyakit diare.



3.Filum Flagellata
Flagellata (Mastigophora), memiliki alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
§ Golongan phytonagellata
–Euglena viridis (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
–Volvax globator (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
– Noctiluca millaris hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya
   bila terkena rangsangan mekanik
§ Golongan Zooflagellata, contohnya :
Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense.: Menyebabkan  penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa) lalat Tsetse (Glossina sp.)
    Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis  tsetse sungai
    Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans tsetse semak
    – Trypanosoma cruzl 
menyebabkan penyakit chagas
   – Trypanosoma evansi
menyebabkan penyakit surra, pada hewan ternak
   – Leishmaniadonovani
menyebabkan penyakit kalanzar
   – Trichomonas vaginalis
menyebabkan penyakit keputihan.
4. Filum Sporozoa
Sporozoa, adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni. Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Þ Toxopinsma dan Plasmodium.
Jenis-jenisnya antara lain:
  – Plasmodium falciparum  menyebabkan malaria tropika dengan masa  
     sporulasi tiap hari
 – Plasmodium vivax menyebabkan  malaria tertiana  dengan masa sporulasi   
     tiap hari ke-3(48 jam)
 – Plasmodium malariae menyebabkan malaria knartana dengan masa
     sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam)
 – Plasmodiumovale menyebabkan malaria ovale

2.4. Struktur dan Fungsi
2.4.1. Filum Rhizopoda
1.    Bentuk dan struktur tubuh Rhizopoda



Bentuk dan struktur tubuh Rhizopoda
Sumber: http:// media.idpengertian.com

Ciri-ciri RhizopodaBentuk sel Rhizopoda terutama yang telanjang (tidak bercangkang) tampak selalu berubah-ubah, misalnya pada Amoeba.Sitoplasma di dalam sel Amoeba dapat dibedakan menjadi ektoplasma (plasma bagian luar) dan endoplasma (plasma bagian dalam).Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma.Di dalam sitoplasma terdapat inti sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan organel sel eukariotik lainnya.Sitoplasma dikelilingi oleh membran plasma yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya suatu zat, sebagai tempat pertukaran udara, dan reseptor rangsangan.

a) Membrane sel atau membran plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi  protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula.Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.
b) Inti sel (nukleus)
    Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.
c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan.Vakuola kntraktil jugamenjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekananosmosis disekitarnya.
d) Rongga makanan (vakuola makanan )
Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.
2. Cara Rhizopoda menangkap dan mencerna makanan
Rhizopoda bersifat heterotrof dan memangsa Protozoa lain, Ciliata, bakteri, maupun alga uniseluler. Rhizopoda mendekati sumber makanan dengan menjulurkan kaki semu. Kaki semu akan mengelilingi sumber makanan hingga permukaan membran yang mengelilingi makanan tersebut bertemu. Dengan demikian, terbentuklah rongga makanan di dalam tubuh Rhizopoda.Rongga makanan tersebut disebut vakuola makanan. Vakuola makanan akan mencerna makanan di dalamnya sambil beredar di sitoplasma. Sari makanan hasil pencernaan akan masuk ke sitoplasma secara difusi, sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dan berbentuk padat tetap berada di dalam vakuola. Vakuola yang berisi sisa-sisa makanan padat tersebut bergerak ke tepi sel. Sesampainya di tepi sel, membran vakuola akan pecah sehingga sisa makanan padat dapat dikeluarkan dari tubuh. Sementara makanan yang berbentuk cair akan diatur oleh vakuola kontraktil, yaitu dengan cara berdenyut (mengembang dan mengempis) untuk memompa cairan ke luar dan seel.


3. Reproduksi Rhizopoda
Rhizopoda hanya bereproduksi secara aseksual, sedangkan reproduksi secara seksual tidak diketahui.Rhizopoda bereproduksi secara aseksual melalui berbagai mekanisme pembelahan sel yang mengarah ke pembelahan mitosis.Namun, tahap-tahap mitosis tidak tampak dengan jelas.
Contohnya, pada proses pembelahan sel terbentuk benang-benang spindel, tetapi membran inti tidak pernah menghilang selama proses pembelahan. Pembelahan sel diawali dengan pembelahan inti, selanjutnya membran plasma semakin melekuk ke arah dalam hingga terbentuk dua sel anakan.





Sumber: http://scahyanugraha.files.wordpress.com
4. Habitat Rhizopoda
Rhizopoda pada umumnya hidup bebas di alam, namun ada pula yang hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia.Rhizopoda yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit.Rhizopoda yang hidup bebas di alam dapat ditemukan di air laut, air tawar, tanah yang basah, atau tempat yang berair dan lembap.Beberapa Rhizopoda dapat membentuk kista bila kondisi lingkungan memburuk, misalnya Amoeba sp.Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba
    Hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba
    hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba  
    histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan
    menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam
  colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi
  kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba   
  ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan,  
  sehingga merusak gigi dan gusi.
Description: https://cahyanugraha.files.wordpress.com/2010/11/euglena.jpg2.4.2. Filum Flagellata




  Bentuk dan struktur tubuh flagelata   
  Sumber:www.

1. Alat gerak

Alat gerak Flagellata adalah flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri khasnya, sehingga namanya disebut Flagellata (flagellum = cambuk).Letaknya berada pada ujung depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. tubuhnya namun ada juga di bagian belakang sel (posterior)sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.

2. Alat Pernafasan

Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel. Makanan,apakah hasil pengumpulan atau menghasilkan sendiri dari lingkungan sekitar, digunakan untuk pengumpulan senyawa-senyawa yang dibutuhkan dalam pertumbuhan, dan perbaikan. Pengumpulan senyawa-senyawa protoplasmic dan aktivitas fisik organisma memerlukan energi. Kebanyakan Protozoa, pelepasan energi adalah aerobic, membutuhkan penggunaan oksigen sebagai penerimaan terakhir hidrogen. Beberapa, bagaimanapun energi dikeluarkan, tidak bergantung pada lingkungan, dapat terjadi. Dalam Protozoa tidak terdapat organ spesial untuk pernafasan. Mempelajasri pernafasan adalah persoalan yang luas dalam pertukaran pernafasan, penghirupan oksigen dan pelepasan karbon dioksida, dan gambaran tentang biokimia dari mekanisme yang rumit dalam aerobik dan anaerobik pelepasan energi.
3.Reproduksi
Reproduksi pada Flagellata ada 2 macam, yaitu vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif terjadi dengan cara pembelahan biner secara transversal, misalnya pada Euglena, sedangkan reproduksi generatif terjadi melalui persatuan antara ovum dan spermatozoid, misalnya pada Volvox.

4. Habitat Flagellata

Flagellata ditemukan di lingkungan berair atau setidaknya di tempat yang basah. Sebagian besar spesies Flagellata memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Pada umumnya Flagellata hidup bebas di lingkungan air tawar, atau genangan air di daratan, namun ada juga spesies Flagellata yang hidup di lautan,.Ada yang soliter dan ada pula yang berkoloni


2.4.3 Filum Ciliata
a.    Struktur Tubuh Paramecium
Paramecium memiliki cilia yang berfungsi sebagai alat gerak , pengembil makanan, maupun seagai penerima rangsang. Mempunyai bagian tubuh anterior tumpul, sedangkan ujung posteriornya meruncing. Bulu getar tubuh di seluruh permukaan tubuhnya. Bentuk tubuh Paramecium tetap, sebab selaput selnya tersusun atas pelikel. Di sebelah dalam pelikel terdapat sitoplasma. 




Struktur tubuh paramecium


Sitofage yaitu anus yang digunakan untuk melepaskan sisa pencernaan. Paramecium memiliki sitostoma atau mulut sel. Serta memiliki dua nukleus,
Yaitu nukleus besar (makronukleus) dan nukleus kecil (mikronukleus)
b.   Cara Reproduksi
Hewan ini berkembang biak secara tak kawin (aseksual) dan secara kawin (seksual). Perkembangbiakan secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.
            Pembelahan biner denga membentuk dua paramecium yang mempunyai perangkat sel yang sama. Pembelahan tersebut dapat berlangsung selama dua jam. Setiap hari Paramecium dapat membelah satu sampai empat kali.
c.    Habitat
Organism filum ini umumnya hidup si air tawar dan laut. Beberapa jenis Ciliata hidup sebagai parasit pada makhluk lain. Umumnya, ciliate hidup pada perairan yang kaya zat organik.

2.4.4. Filum Sporozoa
a.    Struktur tubuh
Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval. Tidak memiliki alat gerak, dan setiap sel tubuhnya memiliki sebuah inti (nukleus). Hewan ini tidak memiliki vakuola kontraktil. Makanan diserap langsung dari hopesnya melalui seluruh permukaan tubuhnya.
b.   Ekskresi dan Respirasi
Proses ekskresi dan respirasi filum sporozoa berlangsung  secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya.
c.    Reproduksi Sporozoa pada Plasmodium









sumber: www.mediskus.com
· Setelah nyamuk Anopheles menyerap darah manusia yang terinfeksi, mikrogametosit dan makrogametosit berkembang dan melebur menjadi zigot dan membentuk kista.
·  Didalam kista, zigot berkembang menjadi sporozoit dan berpindah kedalam kelenjar ludah nyamuk.
· Sporozoit tadi masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles.
· Melalui aliran darah, sporozoit berpindah kedalam hati dan membentuk merozoit.
·  Merozoit dapat menyerang sel hati lain dan juga sel darah merah.
· Jika merozoit menyerang sel darah merah, maka didalamnya merozoit tersebut dapat menghasilkan ribuan merozoit lagi.
·  JIka ribuan merozoit tadi selesai direproduksi dalam skala tinggi maka menyebabkan sel darah merah lisis dan meyebabkan penderita menjadi demam.
· Ribuan merozoit yang direproduksi secara aseksual tadi dapat berkambang menjadi mikrogametosit atau makrogametosit.
· Mikrogametosit dan makrogametosit tersebut dapat dihisap oleh nyamuk Anopheles lainnya dan mengulangi siklus hidupnya.

















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Protozoa bisa diartikan sebagai hewan pencetus atau hewan pertama . Protozoa merupakan kelompok lain protista eukaryotic. Protozoa memiliki ukuran tubuh yang mikroskopik yaitu berukuran antara 3-1000mikron. Tubuhnya Uniseluler. Tubuhnya ada yang berbentuk bola, memanjang, lonjong, berflagel, dan bersilia
Protozoa hidup di air atau di tempat yang basah. Beberapa spesies bersifat parasit. Hidupnya secara soliter ada juga yang berkoloni dan kosmopolit. Mempunyai alat gerak berupa pseudopodia, silia , atau flagella dan memiliki vakuola kontraktil sebagai system reapirasinya. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.
Klasifikasi protozoa antara lain : Rizhopoda , Flagellata, cilliata , Sporozoa. Protozoa juga berperan penting dalam kehidupan, salah satunya sebagai penyeimbang ekosistem. Beberapa protozoa juga merugikan karena  menyebabkan penyakit.

3.2. Saran
Dalam pembelajaran matakuliah Avertebrata Air diharapkan mahasiswa dapat mengenal lebih jauh tentang organisme protozoa, habitatnya, cara bereproduksinya serta klasifikasinya. Sewajibnya kita memahami apa itu protozoa dalam mata kuliah Avertebrata air.









DAFTAR PUSTAKA

Anorital, Dewi, Rita M.2010. Distribusi Parasit Usus Protozoa Di Kabupaten Hulu
Sungai Utara Kalimantan Selatan. Suplemen Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Volume 20.
Campbell N.A. dan Reece J.B. 2005. Biology. Edisi ke-7. San Fransisco: Pearson
Benjamin Cummings

Haeckel, Ernst. 1904. Kunstformen der Natur. (Online), http://wikipedia.org.Flagellata.htm, diakses tanggal 2 Oktober 2010)

Levine, D. Norman. 1990. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner. Yogyakarta:
UGM Press.
Prawirohartono, Slamet dkk.2007. Sains Biologi 1 SMA/MA. Jakarta: Bumi
Aksara.
Purwaningsih, Indah.2013. Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih Ikan
Mas Di Unit Kerja Budidaya Air Tawar Ukbat Cangkringan DIY. Skripsi Biologi.UIN Sunan Kalijaga
Suryanto, H Asus Maizar. 2009. Pendugaan Status Trofik Dengan Pendekatan
Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton Di Waduk Sengguruh, Karangkates, Lahor, Wlingi Raya dan Wonorejo Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 1 No. 1.