”SABU”
Pengaruh Sari Tebu dalam Mengobati
Flu dan Pilek
BAB
I
A. LATAR BELAKANG
Tebu (Sacharum officinarum) merupakan anggota dari
klas Graminae
atau sejenis rumput - rumputan dan berkembang
biak di daerah beriklim udara sedang, ada pula yang dapat tumbuh pada daerah
panas. Termasuk tanaman berbiji tunggal yang tingginya berkisar 2 - 4 meter.
Batang yang dimiliki terdiri dari banyak ruas, yang setiap ruasnya dibatasi
oleh buku – buku yang digunakan sebagai tempat duduknya daun. Bentuk daunnya
berwujud helaian dengan pelepah. Panjang daun dapat mencapai 1 meter dengan permukaan
kasar dan berbulu. Tanaman ini, biasanya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian tanah sekitar 1 sampai 1300 meter.
Tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula ini, dapat mudah
tumbuh dan berkembang dalam kondisi tanah yang kering. Masa tumbuh yang
dimilikinya sekitar 5 hingga 7 bulan. Sacharum officinarum berbentuk
batang yang panjang dengan sekat yang menyerupai bentuk bambu. Batang panjang
yang dimiliki tumbuhan ini mengandung banyak air yang digunakan sebagai bahan
baku pembuatan gula. Namun pada era modern, sari tebu dapat langsung diminum. Berdasarkan
penelitian, tanaman tebu berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama
dapat meredakan flu dan pilek (Siskawardhani, 2013).
Flu dan pilek merupakan penyakit infeksi
saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza yang mudah menular. Penyakit ini sangat mudah menular,
karena penyebaran virus dapat terjadi melalui udara pada
saat orang berbicara, batuk dan bersin. Influenza merupakan penyakit yang umum terjangkit dikalangan
masyarakat. Penyebaran virus ini tidak bisa diprediksi dan dihentikan karena
penularannya terjadi pada masa satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala.
Ketika gejala di temukan, penyakit sudah menyebar luas sehingga berkembang
menjadi epidemik di negara subtropis angka kejadian
influenza meningkat bahkan dapat menyebabkan kejadian luar biasa hampir setiap
tahun menyebabkan kematian ±20.000. Kelompok penderita influenza terbanyak
adalah anak-anak, tetapi komplikasi dan kematian tertinggi terjadi pada orang
usia >65 tahun dan orang yang memiliki risiko tinggi.
Namun penyembuhan penyakit flu dapat diobati dengan sari
tebu. Hal tersebut dikarenakan tebu mengandung banyak air gula yang berkadar
sampai 20%, vitamin, karbohidrat, protein, fosfor, dan kalsium. Kandungan ini
yang membuat tebu bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit ringan seperti
yang diketahui, bahwa flu bisa dicegah dengan makanan yang banyak mengandung
air. Beberapa manfaat lainnya yaitu digunakan untuk dikomsumsi langsung dengan
cara dibuat jus, menjadi tetes rum dan menjadi ethanol yang nantinya digunakan
sebagai bahan bakar. Air tebu dapat dimanfaatkan sebagai
penyembuh sakit tenggorokan dan mencegak sakit flu serta bisa menjaga badan
kita sehat (Muharani. 2011).
Oleh
sebab itu, dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini penulis berusaha
mencari tahu dan membuktikan pengaruh khasiat sari tebu yang dapat digunakan
untuk meredakan penyakit flu. Sehingga, tanaman tebu yang semula hanya
dijadikan sebagai bahan utama pembuatan gula pasir. Kini dapat di ambil sarinya
sebagai obat herbal yang murah dan terjangkau untuk masayarakat luas sebagai
pereda flu.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat ditarik
rumusan masalah:
1.
Bagaimana cara mudah untuk mengetahui
pengaruh minuman sari tebu sebagai pereda flu?
2.
Bagaimana mensosialisasikan minuman sari tebu yang dapat digunakan sebagi obat
herbal dalam menyembuhkan penyakit?
C.
TUJUAN
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini
adalah:
1.
Bagaimana pengaruh sari tebu yang dapat
meredakan flu dan pilek yang sering melanda anak usia dini.
2.
Untuk mengetahui bagaimana
mensosialisasikan minuman sari tebu
sebagai obat herbal untuk meredakan flu.
BAB II
D.
LANDASAN TEORI
Tebu merupakan tanaman
bahan baku untuk pembuatan gula dan vetsin. Tanaman berbatang ini tumbuh dengan
subur di daerah tropis. Memiliki klasifikasi ilmiah:
Kerajaan
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Ordo
: Poales
Famili
: Poaceae
Genus
: Saccharum
Nama
Binomial : Saccharum officinarum
(Wahyu,
2010)
Wahyu (2010: 9) tebu dalam bahasa inggris berarti sugar
cane merupakan sebuah tanaman yang unik bentuknya dan cara makannya,
tebu itu sendiri adalah tanaman yang berbentuk panjang yang penanamannya bisa
dilakukan dengan stek atau cangkok. Tanaman tebu juga sering kita jumpai dimasyarakat
luar yang di tanam untuk bahan baku gula.
Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah yang beriklim
tropis seperti di Indonesia. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan, karena
bentuk dan caranya hampir sama dengan menanam rumput-rumputan. Penanaman tanaman
ini sebenarnya sulit untuk dilakukan cara menanam dan pemeliharaannya. Masyarakat
biasanya menanam tanaman gula ini mulai dari ditanam sampai dipanen sekitar
kurang lebih satu tahunan. Tanaman ini cukup lama untuk dipanen, akan tetapi
jika produksi tebu ini menurun semua jenis makanan akan menurun juga, dikarenakan
tebu ini sebagai sumber proses bahan baku gula.
Selama ini tebu hanya
dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan gula pasir. Selain itu, tebu memiliki
manfaat yang digunakan sebagai obat bagi kesehatan manusia. Hal tersebut karena
adanya zat-zat yang terkandung di dalamnya
seperti, kaya akan karbohidrat, glukosa, tingginya kalium, magnesium, kalsium,
vitamin B2, serta mengandung antioksidan yang tinggi. Semua zat-zat tersebut
banyak berpengaruh terhadap kesehatan. Seperti dapat mencegah kanker karena adanya
sifat yang mempunyai unsur-unsur alkali, seperti kanker usus, kanker paru-paru,
dan kanker payudara. Dalam hal ini, banyak zat-zat lain yang terkandung di
dalam sari tebu. Seperti
karbohidrat yang merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau
aldehid dan gugus hidroksi, senyawa glukosa, fruktosa, galaktosa, laktosa,
sukrosa, selulosa, dan glikogen. Hidrolisis glikogen ini akan menghasilkan
suatu zat dari glukosa yaitu penetral dalam tubuh tumbuhan dan glikogen ini
memuat banyak unsur seperti sukrosa, glukosa, dan lainnya. Akan tetapi glikogen
ini sangat penting bagi tumbuhan yang sangat butuh untuk makanan, misalnya padi,
jagung, tebu, dan lain-lain. Glikogen itu sendiri merupakan fungsi tumbuhan
yang menghasilkan makanan dan juga mempunyai tempat penyimpanan seperti wadah
yang digunakan untuk proses cadangan makanan dalam tumbuhan ( Rakha, 2011)
Tanaman sebagai bahan baku gula ini memiliki keajaiban yang
tidak diperlihatkannya seperti, bentuknya yang panjang lurus dan tidak mempunyai cabang. Selain itu, tanaman
tebu ini juga memiliki buah kecil yang umumnya tidak diketahui oleh banyak
orang. Memiliki bentuk daun yang unik dan terdapat duri yang berbulu halus di
dalamnya. Tebu mempunyai suatu zat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
Manfaat yang dihasilkan berasal dari batang panjang yang dimiliki.
Manfaat air
tebu atau sari tebu bagi kesehatan sangat beragam. Bagi penderita
penyakit kolesterol tinggi, ataupun penyakit lain seperti diabetes. Air tebu
dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, secara khas air tebu manis
karena banyak mengandung gula. Kandungan
air tebu berbeda dengan gula pasir,walaupun gula pasir berasal
dari tebu. Beberapa khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh dan berikut
inagurasi sampaikan manfaat yang terkandung di dalam sari tebu. Berikut
beberapa manfaat sari tebu bagi kesehatan manusia yaitu, mencegah penyakit
kuning, meredakan rasa nyeri, mengobati batu ginjal, menurunkan demam,
meredakan flu mencegah kanker, dapat menghambat pertumbuhan plak pada pembuluh,
mengatasi dehidrasi (Muharani, 2011)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penelitian
ini adalah penelitian diskriptif yang condong ke kualitatif dan kuantitatif,
suatu penelitian studi kasus dapat menggabungkan dua metode melalui wawancara
mendalam, sebuah studi kasus dapat melakukan analisis kualitatif terhadap
isu-isu spesifik yang kemudian dapat dijadikan variabel terukur dan selanjutnya
dianalisis secara kuantitatif (Kuspratomo, 2012).
Adapun
penelitian ini dengan menggunakan beberapa desain penelitian seperti berikut:
Penelitian longitudinal adalah penelitian yang menekankan pengamatan terhadap
perubahan dalam jangka waktu panjang, yaitu dengan melakukan pencarian informasi tentang berbagai kandungan
tebu yang dapat dimanfaat sebagai obat. Melakukan kajian terhadap kegiatan
penyuluhan tentang manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi tebu, terutama dalam
bentuk sari tebu murni yang belum diolah oleh pabrik. Sehingga kandungan yang
terkandung masih utuh dan belum mengalami denaturasi. Melakukan sosialisasi
pada penduduk tentang cara penggunaan dan pengolahan cara memanfaatkan tebu
sebagai obat penyakit yang menyerang manusia serta pengaruhnya terhadap
kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian lintas-bagian dan survei yaitu
penelitian yang menekankan kepada penelitian di satu titik tertentu (a point
in time) terhadap beberapa variabel, melintasi berbagai persoalan yang
berkaitan dengan satu fenomena tertentu, sebagai contoh penelitian kebutuhan
informasi dan perilaku penemuan informasi. (Kuswuri, 2009)
2. Lokasi
Penelitian
Rencana penelitian
dilakukan di daerah yang memiliki potensi besar atau yang banyak terdapat
budidaya tanaman tebu di wilayah Malang.
- Objek dan Subjek Penelitian
Objek
dalam penelitian ini adalah kebutuhan dan pencarian informasi tentang manfaat
tanaman tebu bagi kesehatan manusia dan mengetahui pengaruh sari tebu dalam
mengatasi atau meredakan flu yang kini sedang merajalela di musim pancaroba.
Adapun
subjek dari penelitian ini adalah anak usia dini dan masyarakat yang sedang
menderita penyakit seperti flu, diabetes, dehidrasi yang berkepanjangan dan
mengatasi plak.
4.
Populasi dan Sampel
4.1. Populasi
Menurut
Warsito (1992: 49), populasi yaitu sekumpulan unsur atau elemenyang menjadi
objek penelitian dan elemen populasi itu merupakan
satuan analisis. Dengan
demikian populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti baik berupa
benda, manusia, peristiwa ataupun gejala yang akan terjadi. Sedangkan
pengertian lain, populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek
yang merupakan perhatian peneliti, objek penelitian dapat berupa makhluk hidup,
benda, sistem dan prosedur, dan fenomena.
Populasi
yang akan dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah masyarakat umum di
sekitar daerah budidaya tebu dan anak-anak usia dini yang rentan terhadap
penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menular, seperti flu.
4.2. Sampel
Sampel
menurut Sugiyono (2004: 56) yaitu sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi. Sedangkan sampel menurut Hadi (1983: 63) adalah
sebagian individu atau populasi yang diselidiki. Dapat disimpulkan bahwa sampel
adalah sebagian populasi yang diambil untuk diselidiki oleh peneliti.
Dalam kaitannya dengan penelitian ini, penulis
mengidentifikasi manfaat-manfaat yang diberikan oleh sari tebu diantaranya
yaitu: batuk, panas tinggi, sampai jantung berdebar bisa
dipunahkan oleh tebu. Hal yang paling penting, perasan sari tebu mengandung
senyawa Saccharant yang berfungsi
sebagai anti diabetes, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabet
(kencing manis). Sari
tebu juga telah diteliti dan ternyata banyak mengandung Vit B2 (riboflavin). Selain itu, meminum sari
tebu juga dapat mencegah kerusakan gigi, membantu pemulihan pencernaan dan
menyembuhkan pegal linu. Mencegah
penyakit kuning, meredakan rasa nyeri,
batu
ginjal,
menurunkan
demam karena mengandung fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium yang dapat membantu
menurunkan suhu badan. Selain itu, pasien yang
menderita diabetes juga aman mengkonsumsi sari tebu. Sebab, pemberian policasanol
10 mg per hari menunjukkan penurunan total kolesterol 17,5% dan DDL-kolesterol
21,8% namun tidak terjadi peningkatan pada kadar glukosa atau glikemik darah
yang menyebabkan kadar HDL – Kolesterol meningkat 11,3%. Selain manis dan
lezat, ternyata tebu pun kaya akan khasiat.
DAFTAR PUSTAKA
Kuspratomo, A.D.
2012. “Pengaruh Varietas Tebu Potongan dan Penundaan Giling terhadap Kualitas
Nira Tebu”. Jurnal Agrotintek Madura:
Vol 6(3) Agustus 2012.
Kuswuri, R.
2009. “Degradasi Kualitas Tebu Setelah Ditebang” dalam http://Risvankuswuri.html.
Diakses pada 11 Desember 2015.
Maharani, 2011. “Perkembangan Bakteri Probiotik dan Nilai Organoleptik Minuman Fermentasi dari Media Nira Aren (Arenga
pinnata Merr), Nira Tebu 10 (Saccharum officinarum) dan Air Kelapa (Cocos nucifera)”. Padang:
Universitas Andalas. Skripsi.
Rakha.
2011. ”Eksplorasi Tanaman Tebu Saccharum
officinarum di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung”. Padang:
Universitas Andalas. Skripsi tidak diterbitkan.
Siskawardani,
Devi. ”Pengaruh Konsentrasi Na-Cmc (Natrium–
Carboxymethyle Cellulose) dan Lama Sentrifugasi terhadap Sifat Fisik Kimia
Minuman Asam Sari Tebu (Saccharum Officinarum L )”. Jurnal
Bioproses Komoditas Tropis. UB:
Malang. Vol. 1 No. 1, April 2013
Sugiyono.
2004. Metode Penelitian Bisnis: Penerbit CV. Alfabeta: Bandung
Wahyu,
Mulyana. 2010. Teori dan Praktek Cocok
Tanam Tebu dengan Masalahnya. Semarang: CV Aneka Ilmu.
Warsito,
Hermawan.1992. Pengantar Metodologi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.



