PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Protozoa merupakan hewan berukuran mikroskopis yang terdiri
dari satu sel. Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos
berarti pertama dan zoon berarti hewan. Setiap individu protozoa tersusun dari
organela–organela yang merupakan kesatuan lengkap dan sanggup melakukan semua
fungsi kehidupan. Sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, tetapi beberapa
jenis hidup sebagai parasit pada binatang dan manusia. Sesuai dengan
klasifikasi Protozoa termasuk Protista yang menyerupai hewan. Kelompok ini
mulanya dibentuk untuk mengelompokan organisme yang bukan tumbuhan dan bukan
hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme seperti hewan. Sebagian besar
Protozoa uniseluler memiliki ukuran tubuh antara 2μm-1.000μm, protozoa termasuk
eukariot. Biasanya hidup di dalam air, namun ada juga yang ditemukan di dalam
tanah bahkan di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Di perairan laut
ataupun air tawar, Protozoa berperan sebagai zooplankton.
Dunia Protozoa dalam pengelompokan besar berdasarkan alat
geraknya dibedakan menjadi4 Filum: Sarcodina, Cilliata, Flagellata, dan
Sporozoa.Filum protozoa dengan anggota yang paling besar adalah Sarcodina,
meliputi 11500 spesies hidup dan 33000spesies berupa fosil (Encyclopedia,
2005).
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa itu Protozoa?
2.
Apa saja ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.?
3.
Bagaimana klasifikasi phylum Protozoa?
4.
Bagaimana struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.?
1.3 Tujuan
1. Mengenal
Protozoa.
2. Mengetahui
ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.
3. Dapat
mengetahui dan memahami klasifikasi phylum Protozoa.
4. Mengetahui
dan memahami struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.
1.4 Manfaat
1.
Memberikan
informasi tentang ciri umum dan ciri khusus yang dimiliki oleh phylum protozoa.
2.
Memberikan
informasi tentang klasifikasi pada phylum protozoa.
3.
Memberikan gambaran
tentang struktur tubuh beserta fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum protozoa.
BAB
II
ISI
2.1.
Ciri khusus
1. Tubuh
protozoa sering memiliki struktur khusus yang disebut organel (organ kecil).
2. Tubuh
protozoa halus, mengandung silika, kapur, atau bahan keras lainnya.
3. Beberapa
protozoa hidup bertahun-tahun dalam kondisi encysted (tertutup oleh kista atau membran tebal atau cangkang).
4. Protozoa
berkembang biak dengan pembelahan biner, atau dengan tunas yang didahului oleh konjugasi
5. Protozoa
bersifat polimorfisme, yaitu memiliki bentuk yang berbeda- beda pada fase yang
berbeda dalam siklus hidupnya.
6. Ukuran
Protozoa berkisar 10-55 mikrometer, tetapi mereka dapat sebesar 1 mm. Protozoa
terbesar yang disebut xenophyophores, yang dapat terukur diameter hingga 20
sentimeter.
7. Protozoa
suka hidup di habitat lembab dan air. Kista mereka dapat ditemukan di bagian
paling buram dari ekosfer.
2.2.
Ciri umum
Ciri-ciri umum yang
dimiliki oleh phylum Protozoa
1. Umumnya bersifat
heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu
(pseudopodia), bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
3. Habita Protozoa, hidup bebas, saprofit atau sebagai parasit pada manusia
3. Habita Protozoa, hidup bebas, saprofit atau sebagai parasit pada manusia
ataupun hewan
4. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal (uniselular)
5. Bersifat eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Protozoa hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) pada habitat
4. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal (uniselular)
5. Bersifat eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Protozoa hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) pada habitat
yang beragam.
7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. Sista merupakan bentuk sel
7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. Sista merupakan bentuk sel
protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora
yang terjadi pada bakteri
8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak memiliki dinding sel dan karena itu dapat memiliki berbagai
8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak memiliki dinding sel dan karena itu dapat memiliki berbagai
bentuk. Namun demikian, beberapa protozoa memiliki lapisan liat,
pelikel,
atau dinding kaku di luar membran sel.
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
2.3
Klasifikasi
Dalam Klasifikasi
makhluk hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda
(kaki semu), Ciliata (bulu getar), Flagellata (bulu cambuk), sporozoa
(tidak mempunyai alat gerak khusus)
1.Filum
Rhizopoda
Rhizopoda (Yunani,
rhizo = akar, pod = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco: daging) adalah
Protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki palsu atau semu).
Pseudopodia (Yunani, pseudes = palsu, pod = kaki) merupakan penjuluran
sitoplasma yang terbentuk saat bergerak untuk mendekati sumber makanan.
Pseudopodia dapat muncul dari permukaan sel bagian mana saja.Sitoskeleton yang
terdiri atas mikrotubul dan mikrofilamen berperan dalam pergerakan pseudopodia.
Pada saat bergerak, Rhizopoda menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya,
kemudian sitoplasma akan lebih banyak mengalir ke pseudopodia. Bentuk
pseudopodia ada yang tebal membulat atau tipis meruncing.Pada Rhizopoda
bercangkang, misalnya Foraminifera (Globigerina) dan Arcella, pseudopodia
menjulur keluar melalui suatu lubang yang terdapat pada cangkang. Cangkang
tersebut berukuran sekitar 0,5 mm hingga beberapa sentimeter yang tersusun dari
campuran protein dan kalsium karbonat atau silikat.
§ Amoeba proteus memiliki
dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan
Vakuola kontraktil
§ Entamoeba histolityca menyebabkan
disentri amuba (bedakan dengan
disentri basiler yang disebabkan Shigella
dysentriae)
§ Entamoeba gingivalis
menyebabkan
pembusukan makanan di dalam mulut
radang gusi (Gingivitis)
§ Foraminifera sp.fosilnya
dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya
minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah
globigerina.
§ Radiolaria sp.
endapan
tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan
untuk bahan penggosok.
untuk bahan penggosok.
2.Filum Ciliata
Ciliata (Ciliophora), memiliki alat gerak berupa silia (rambut getar)
§ Paramaecium caudatum disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola
yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur
kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator).
Memiliki dua jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus (inti
reproduktif). Cara reproduksi, aseksual dengan membelah diri, seksual dengan
konjugasi.
Balantidium coli dapat menyebabkan penyakit diare.
3.Filum Flagellata
Flagellata (Mastigophora), memiliki alat geraknya berupa nagel
(bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
§ Golongan phytonagellata
–Euglena
viridis (peralihah
antara protozoa dengan ganggang)
–Volvax globator (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
– Noctiluca millaris hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya
–Volvax globator (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
– Noctiluca millaris hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya
bila terkena rangsangan mekanik
§ Golongan Zooflagellata, contohnya
:
Trypanosoma gambiense
& Trypanosoma rhodesiense.: Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor
(pembawa) lalat
Tsetse (Glossina sp.)
– Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis tsetse sungai
– Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans tsetse semak
– Trypanosoma cruzl menyebabkan penyakit chagas
– Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra, pada hewan ternak
– Leishmaniadonovani menyebabkan penyakit kalanzar
– Trichomonas vaginalis menyebabkan penyakit keputihan.
– Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis tsetse sungai
– Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans tsetse semak
– Trypanosoma cruzl menyebabkan penyakit chagas
– Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra, pada hewan ternak
– Leishmaniadonovani menyebabkan penyakit kalanzar
– Trichomonas vaginalis menyebabkan penyakit keputihan.
4. Filum Sporozoa
Sporozoa, adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara
bergerak hewan ini dengan cara mengubah
kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga
Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni. Marga yang berhubungan dengan
kesehatan manusia Þ Toxopinsma dan Plasmodium.
Jenis-jenisnya
antara lain:
– Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika dengan masa
– Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika dengan masa
sporulasi tiap hari
– Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana dengan masa sporulasi
tiap hari ke-3(48 jam)
– Plasmodium malariae menyebabkan malaria knartana dengan masa
– Plasmodium malariae menyebabkan malaria knartana dengan masa
sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam)
– Plasmodiumovale menyebabkan malaria ovale
2.4.
Struktur dan Fungsi
2.4.1.
Filum Rhizopoda
1. Bentuk
dan struktur tubuh Rhizopoda
Bentuk dan
struktur tubuh Rhizopoda
Sumber: http:// media.idpengertian.com
Ciri-ciri RhizopodaBentuk sel Rhizopoda
terutama yang telanjang (tidak bercangkang) tampak selalu berubah-ubah,
misalnya pada Amoeba.Sitoplasma di dalam sel Amoeba dapat dibedakan menjadi
ektoplasma (plasma bagian luar) dan endoplasma (plasma bagian dalam).Ektoplasma
bersifat lebih kental daripada endoplasma.Di dalam sitoplasma terdapat inti
sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan organel sel eukariotik
lainnya.Sitoplasma dikelilingi oleh membran plasma yang berfungsi sebagai
pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya suatu zat, sebagai tempat
pertukaran udara, dan reseptor rangsangan.
a) Membrane sel atau membran plasma
Membrane sel disebut
juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas
ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang
letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan
bagian dalam plasma, umumnya bergranula.Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1
vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.
b) Inti sel (nukleus)
Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.
c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa
makanan.Vakuola kntraktil jugamenjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih
tinggi dari tekananosmosis disekitarnya.
d) Rongga makanan (vakuola makanan )
Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan
yang tidak dicernakan akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.
2.
Cara Rhizopoda menangkap dan mencerna makanan
Rhizopoda bersifat
heterotrof dan memangsa Protozoa lain, Ciliata, bakteri, maupun alga
uniseluler. Rhizopoda mendekati sumber makanan dengan menjulurkan kaki semu.
Kaki semu akan mengelilingi sumber makanan hingga permukaan membran yang
mengelilingi makanan tersebut bertemu. Dengan demikian, terbentuklah rongga
makanan di dalam tubuh Rhizopoda.Rongga makanan tersebut disebut vakuola
makanan. Vakuola makanan akan mencerna makanan di dalamnya sambil beredar di
sitoplasma. Sari makanan hasil pencernaan akan masuk ke sitoplasma secara
difusi, sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dan berbentuk padat
tetap berada di dalam vakuola. Vakuola yang berisi sisa-sisa makanan padat
tersebut bergerak ke tepi sel. Sesampainya di tepi sel, membran vakuola akan pecah
sehingga sisa makanan padat dapat dikeluarkan dari tubuh. Sementara makanan
yang berbentuk cair akan diatur oleh vakuola kontraktil, yaitu dengan cara
berdenyut (mengembang dan mengempis) untuk memompa cairan ke luar dan seel.
3.
Reproduksi Rhizopoda
Rhizopoda hanya bereproduksi secara
aseksual, sedangkan reproduksi secara seksual tidak diketahui.Rhizopoda
bereproduksi secara aseksual melalui berbagai mekanisme pembelahan sel yang
mengarah ke pembelahan mitosis.Namun, tahap-tahap mitosis tidak tampak dengan
jelas.
Contohnya, pada proses
pembelahan sel terbentuk benang-benang spindel, tetapi membran inti tidak
pernah menghilang selama proses pembelahan. Pembelahan sel diawali dengan
pembelahan inti, selanjutnya membran plasma semakin melekuk ke arah dalam
hingga terbentuk dua sel anakan.
Sumber: http://scahyanugraha.files.wordpress.com
4.
Habitat Rhizopoda
Rhizopoda pada umumnya hidup bebas di
alam, namun ada pula yang hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan
manusia.Rhizopoda yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit.Rhizopoda yang
hidup bebas di alam dapat ditemukan di air laut, air tawar, tanah yang basah,
atau tempat yang berair dan lembap.Beberapa Rhizopoda dapat membentuk kista
bila kondisi lingkungan memburuk, misalnya Amoeba sp.Berdasarkan tempat
hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba
Hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba
hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba
histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit
dan
menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam
colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak
bersifat parasit , tetapi
kadang-kadang dapat menyebabkan buang air
besar terus-menerus. Entamoeba
ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan
menguraikan sisa-sisa makanan,
sehingga merusak gigi dan gusi.
2.4.2.
Filum Flagellata
Bentuk dan struktur tubuh flagelata
Sumber:www.
1. Alat gerak
Alat gerak
Flagellata adalah flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri
khasnya, sehingga namanya disebut Flagellata (flagellum = cambuk).Letaknya
berada pada ujung depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong
sel. tubuhnya namun ada juga di bagian belakang sel (posterior)sehingga saat
bergerak seperti mendorong sel. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela
juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga
digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
2. Alat Pernafasan
Flagellata juga
memiliki alat pernapasan yang disebut stigma.
Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi
yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel. Makanan,apakah hasil pengumpulan atau
menghasilkan sendiri dari lingkungan sekitar, digunakan untuk pengumpulan
senyawa-senyawa yang dibutuhkan dalam pertumbuhan, dan perbaikan. Pengumpulan
senyawa-senyawa protoplasmic dan aktivitas fisik organisma memerlukan energi.
Kebanyakan Protozoa, pelepasan energi adalah aerobic, membutuhkan penggunaan
oksigen sebagai penerimaan terakhir hidrogen. Beberapa, bagaimanapun energi
dikeluarkan, tidak bergantung pada lingkungan, dapat terjadi. Dalam Protozoa
tidak terdapat organ spesial untuk pernafasan. Mempelajasri pernafasan adalah
persoalan yang luas dalam pertukaran pernafasan, penghirupan oksigen dan
pelepasan karbon dioksida, dan gambaran tentang biokimia dari mekanisme yang
rumit dalam aerobik dan anaerobik pelepasan energi.
3.Reproduksi
Reproduksi pada
Flagellata ada 2 macam, yaitu vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif
terjadi dengan cara pembelahan biner secara transversal, misalnya pada Euglena,
sedangkan reproduksi generatif terjadi melalui persatuan antara ovum dan
spermatozoid, misalnya pada Volvox.
4. Habitat Flagellata
Flagellata ditemukan di lingkungan berair atau setidaknya di tempat yang basah. Sebagian besar spesies Flagellata memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Pada umumnya Flagellata hidup bebas di lingkungan air tawar, atau genangan air di daratan, namun ada juga spesies Flagellata yang hidup di lautan,.Ada yang soliter dan ada pula yang berkoloni
a.
Struktur Tubuh Paramecium
Paramecium memiliki
cilia yang berfungsi sebagai alat gerak , pengembil makanan, maupun seagai
penerima rangsang. Mempunyai bagian tubuh anterior tumpul, sedangkan ujung
posteriornya meruncing. Bulu getar tubuh di seluruh permukaan tubuhnya. Bentuk
tubuh Paramecium tetap, sebab selaput selnya tersusun atas pelikel. Di sebelah
dalam pelikel terdapat sitoplasma.
Struktur tubuh
paramecium
Sitofage yaitu anus yang digunakan untuk
melepaskan sisa pencernaan. Paramecium memiliki
sitostoma atau mulut sel. Serta memiliki dua nukleus,
Yaitu nukleus besar (makronukleus) dan
nukleus kecil (mikronukleus)
b.
Cara
Reproduksi
Hewan ini berkembang biak secara tak
kawin (aseksual) dan secara kawin (seksual). Perkembangbiakan secara aseksual
dengan pembelahan biner, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.
Pembelahan
biner denga membentuk dua paramecium
yang mempunyai perangkat sel yang sama. Pembelahan tersebut dapat berlangsung
selama dua jam. Setiap hari Paramecium dapat
membelah satu sampai empat kali.
c.
Habitat
Organism filum ini umumnya hidup si air tawar
dan laut. Beberapa jenis Ciliata hidup sebagai parasit pada makhluk lain.
Umumnya, ciliate hidup pada perairan yang kaya zat organik.
2.4.4.
Filum Sporozoa
a.
Struktur
tubuh
Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau
oval. Tidak memiliki alat gerak, dan setiap sel tubuhnya memiliki sebuah inti
(nukleus). Hewan ini tidak memiliki vakuola kontraktil. Makanan diserap
langsung dari hopesnya melalui seluruh permukaan tubuhnya.
b.
Ekskresi
dan Respirasi
Proses ekskresi dan respirasi filum
sporozoa berlangsung secara difusi
melalui seluruh permukaan tubuhnya.
sumber:
www.mediskus.com
· Setelah
nyamuk Anopheles menyerap darah manusia yang terinfeksi, mikrogametosit dan
makrogametosit berkembang dan melebur menjadi zigot dan membentuk kista.
· Didalam kista, zigot berkembang menjadi
sporozoit dan berpindah kedalam kelenjar ludah nyamuk.
· Sporozoit
tadi masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles.
· Melalui
aliran darah, sporozoit berpindah kedalam hati dan membentuk merozoit.
· Merozoit dapat menyerang sel hati lain dan
juga sel darah merah.
· Jika
merozoit menyerang sel darah merah, maka didalamnya merozoit tersebut dapat
menghasilkan ribuan merozoit lagi.
· JIka ribuan merozoit tadi selesai direproduksi
dalam skala tinggi maka menyebabkan sel darah merah lisis dan meyebabkan
penderita menjadi demam.
· Ribuan
merozoit yang direproduksi secara aseksual tadi dapat berkambang menjadi
mikrogametosit atau makrogametosit.
· Mikrogametosit
dan makrogametosit tersebut dapat dihisap oleh nyamuk Anopheles lainnya dan
mengulangi siklus hidupnya.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Protozoa bisa diartikan
sebagai hewan pencetus atau hewan pertama . Protozoa merupakan kelompok lain
protista eukaryotic. Protozoa memiliki ukuran tubuh yang mikroskopik yaitu
berukuran antara 3-1000mikron. Tubuhnya Uniseluler. Tubuhnya ada yang berbentuk
bola, memanjang, lonjong, berflagel, dan bersilia
Protozoa hidup di air
atau di tempat yang basah. Beberapa spesies bersifat parasit. Hidupnya secara
soliter ada juga yang berkoloni dan kosmopolit. Mempunyai alat gerak berupa
pseudopodia, silia , atau flagella dan memiliki vakuola kontraktil sebagai
system reapirasinya. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.
Klasifikasi protozoa
antara lain : Rizhopoda , Flagellata, cilliata , Sporozoa. Protozoa juga
berperan penting dalam kehidupan, salah satunya sebagai penyeimbang ekosistem.
Beberapa protozoa juga merugikan karena
menyebabkan penyakit.
3.2.
Saran
Dalam pembelajaran matakuliah
Avertebrata Air diharapkan mahasiswa dapat mengenal lebih jauh tentang
organisme protozoa, habitatnya, cara bereproduksinya serta klasifikasinya.
Sewajibnya kita memahami apa itu protozoa dalam mata kuliah Avertebrata air.
DAFTAR
PUSTAKA
Anorital,
Dewi, Rita M.2010.
Distribusi Parasit Usus Protozoa Di Kabupaten Hulu
Sungai Utara Kalimantan Selatan.
Suplemen
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Volume 20.
Campbell N.A. dan Reece J.B. 2005.
Biology. Edisi ke-7. San Fransisco: Pearson
Benjamin Cummings
Haeckel, Ernst. 1904. Kunstformen der Natur. (Online), http://wikipedia.org.Flagellata.htm, diakses tanggal 2 Oktober 2010)
Levine, D. Norman. 1990. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner.
Yogyakarta:
UGM Press.
Prawirohartono, Slamet dkk.2007. Sains Biologi 1 SMA/MA. Jakarta: Bumi
Aksara.
Purwaningsih, Indah.2013. Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih
Ikan
Mas Di Unit Kerja Budidaya Air
Tawar Ukbat Cangkringan DIY. Skripsi Biologi.UIN Sunan
Kalijaga
Suryanto, H Asus Maizar.
2009. Pendugaan Status Trofik Dengan Pendekatan
Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton Di Waduk
Sengguruh, Karangkates, Lahor, Wlingi Raya dan Wonorejo Jawa Timur.
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 1 No. 1.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar