Jumat, 25 September 2015

PHYLUM PROTOZOA

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Protozoa merupakan hewan berukuran mikroskopis yang terdiri dari satu sel. Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos berarti pertama dan zoon berarti hewan. Setiap individu protozoa tersusun dari organela–organela yang merupakan kesatuan lengkap dan sanggup melakukan semua fungsi kehidupan. Sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, tetapi beberapa jenis hidup sebagai parasit pada binatang dan manusia. Sesuai dengan klasifikasi Protozoa termasuk Protista yang menyerupai hewan. Kelompok ini mulanya dibentuk untuk mengelompokan organisme yang bukan tumbuhan dan bukan hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme seperti hewan. Sebagian besar Protozoa uniseluler memiliki ukuran tubuh antara 2μm-1.000μm, protozoa termasuk eukariot. Biasanya hidup di dalam air, namun ada juga yang ditemukan di dalam tanah bahkan di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Di perairan laut ataupun air tawar, Protozoa berperan sebagai zooplankton.
Dunia Protozoa dalam pengelompokan besar berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi4 Filum: Sarcodina, Cilliata, Flagellata, dan Sporozoa.Filum protozoa dengan anggota yang paling besar adalah Sarcodina, meliputi 11500 spesies hidup dan 33000spesies berupa fosil (Encyclopedia, 2005).
  

1.2    Rumusan Masalah
       1.  Apa itu Protozoa?
       2. Apa saja ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.?
       3. Bagaimana klasifikasi phylum Protozoa?
       4. Bagaimana struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.?

1.3    Tujuan
1.    Mengenal Protozoa.
2.    Mengetahui ciri umum dan ciri khusus phylum Protozoa.
3.    Dapat mengetahui dan memahami klasifikasi phylum Protozoa.
4.    Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum Protozoa.

1.4 Manfaat
1.      Memberikan informasi tentang ciri umum dan ciri khusus yang dimiliki oleh phylum protozoa.
2.      Memberikan informasi tentang klasifikasi pada phylum protozoa.
3.      Memberikan gambaran tentang struktur tubuh beserta fungsi tubuh yang dimiliki oleh phylum protozoa.




BAB II
ISI

2.1. Ciri khusus
1.      Tubuh protozoa sering memiliki struktur khusus yang disebut organel (organ kecil).
2.      Tubuh protozoa halus, mengandung silika, kapur, atau bahan keras lainnya.
3.      Beberapa protozoa hidup bertahun-tahun dalam kondisi encysted (tertutup oleh kista atau membran tebal atau cangkang).
4.      Protozoa berkembang biak dengan pembelahan biner, atau dengan tunas  yang didahului oleh konjugasi
5.      Protozoa bersifat polimorfisme, yaitu memiliki bentuk yang berbeda- beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
6.      Ukuran Protozoa berkisar 10-55 mikrometer, tetapi mereka dapat sebesar 1 mm. Protozoa terbesar yang disebut xenophyophores, yang dapat terukur diameter hingga 20 sentimeter.
7.      Protozoa suka hidup di habitat lembab dan air. Kista mereka dapat ditemukan di bagian paling buram dari ekosfer.

2.2. Ciri umum
Ciri-ciri umum yang dimiliki oleh phylum Protozoa
1. Umumnya bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu
    (pseudopodia), bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
3. Habita Protozoa, hidup bebas, saprofit atau sebagai parasit pada manusia
    ataupun hewan
4. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal (uniselular)
5. Bersifat eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Protozoa hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) pada habitat
    yang beragam.
7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. Sista merupakan bentuk sel
    protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora
    yang terjadi pada bakteri
8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak memiliki dinding sel dan karena itu dapat memiliki berbagai
    bentuk. Namun demikian, beberapa protozoa memiliki lapisan liat, pelikel,  
    atau dinding kaku di luar membran sel.
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

2.3 Klasifikasi
Dalam Klasifikasi makhluk hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda (kaki semu), Ciliata (bulu getar), Flagellata (bulu cambuk), sporozoa (tidak mempunyai alat gerak khusus)
1.Filum Rhizopoda
Rhizopoda (Yunani, rhizo = akar, pod = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco: daging) adalah Protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki palsu atau semu). Pseudopodia (Yunani, pseudes = palsu, pod = kaki) merupakan penjuluran sitoplasma yang terbentuk saat bergerak untuk mendekati sumber makanan. Pseudopodia dapat muncul dari permukaan sel bagian mana saja.Sitoskeleton yang terdiri atas mikrotubul dan mikrofilamen berperan dalam pergerakan pseudopodia. Pada saat bergerak, Rhizopoda menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya, kemudian sitoplasma akan lebih banyak mengalir ke pseudopodia. Bentuk pseudopodia ada yang tebal membulat atau tipis meruncing.Pada Rhizopoda bercangkang, misalnya Foraminifera (Globigerina) dan Arcella, pseudopodia menjulur keluar melalui suatu lubang yang terdapat pada cangkang. Cangkang tersebut berukuran sekitar 0,5 mm hingga beberapa sentimeter yang tersusun dari campuran protein dan kalsium karbonat atau silikat.
§ Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan  
  Vakuola kontraktil
§ Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan
  disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
§ Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut
   radang gusi (Gingivitis)
§ Foraminifera sp.fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya  
   minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah
   globigerina.
§ Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan
  untuk bahan penggosok.

2.Filum Ciliata
Ciliata (Ciliophora), memiliki alat gerak berupa silia (rambut getar)
§ Paramaecium caudatum  disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator).
Memiliki dua jenis inti  Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara reproduksi, aseksual dengan membelah diri, seksual dengan konjugasi.
Balantidium coli dapat menyebabkan penyakit diare.



3.Filum Flagellata
Flagellata (Mastigophora), memiliki alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
§ Golongan phytonagellata
–Euglena viridis (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
–Volvax globator (peralihah antara protozoa dengan ganggang)
– Noctiluca millaris hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya
   bila terkena rangsangan mekanik
§ Golongan Zooflagellata, contohnya :
Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense.: Menyebabkan  penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa) lalat Tsetse (Glossina sp.)
    Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis  tsetse sungai
    Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans tsetse semak
    – Trypanosoma cruzl 
menyebabkan penyakit chagas
   – Trypanosoma evansi
menyebabkan penyakit surra, pada hewan ternak
   – Leishmaniadonovani
menyebabkan penyakit kalanzar
   – Trichomonas vaginalis
menyebabkan penyakit keputihan.
4. Filum Sporozoa
Sporozoa, adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni. Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Þ Toxopinsma dan Plasmodium.
Jenis-jenisnya antara lain:
  – Plasmodium falciparum  menyebabkan malaria tropika dengan masa  
     sporulasi tiap hari
 – Plasmodium vivax menyebabkan  malaria tertiana  dengan masa sporulasi   
     tiap hari ke-3(48 jam)
 – Plasmodium malariae menyebabkan malaria knartana dengan masa
     sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam)
 – Plasmodiumovale menyebabkan malaria ovale

2.4. Struktur dan Fungsi
2.4.1. Filum Rhizopoda
1.    Bentuk dan struktur tubuh Rhizopoda



Bentuk dan struktur tubuh Rhizopoda
Sumber: http:// media.idpengertian.com

Ciri-ciri RhizopodaBentuk sel Rhizopoda terutama yang telanjang (tidak bercangkang) tampak selalu berubah-ubah, misalnya pada Amoeba.Sitoplasma di dalam sel Amoeba dapat dibedakan menjadi ektoplasma (plasma bagian luar) dan endoplasma (plasma bagian dalam).Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma.Di dalam sitoplasma terdapat inti sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan organel sel eukariotik lainnya.Sitoplasma dikelilingi oleh membran plasma yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya suatu zat, sebagai tempat pertukaran udara, dan reseptor rangsangan.

a) Membrane sel atau membran plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi  protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula.Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.
b) Inti sel (nukleus)
    Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.
c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan.Vakuola kntraktil jugamenjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekananosmosis disekitarnya.
d) Rongga makanan (vakuola makanan )
Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.
2. Cara Rhizopoda menangkap dan mencerna makanan
Rhizopoda bersifat heterotrof dan memangsa Protozoa lain, Ciliata, bakteri, maupun alga uniseluler. Rhizopoda mendekati sumber makanan dengan menjulurkan kaki semu. Kaki semu akan mengelilingi sumber makanan hingga permukaan membran yang mengelilingi makanan tersebut bertemu. Dengan demikian, terbentuklah rongga makanan di dalam tubuh Rhizopoda.Rongga makanan tersebut disebut vakuola makanan. Vakuola makanan akan mencerna makanan di dalamnya sambil beredar di sitoplasma. Sari makanan hasil pencernaan akan masuk ke sitoplasma secara difusi, sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dan berbentuk padat tetap berada di dalam vakuola. Vakuola yang berisi sisa-sisa makanan padat tersebut bergerak ke tepi sel. Sesampainya di tepi sel, membran vakuola akan pecah sehingga sisa makanan padat dapat dikeluarkan dari tubuh. Sementara makanan yang berbentuk cair akan diatur oleh vakuola kontraktil, yaitu dengan cara berdenyut (mengembang dan mengempis) untuk memompa cairan ke luar dan seel.


3. Reproduksi Rhizopoda
Rhizopoda hanya bereproduksi secara aseksual, sedangkan reproduksi secara seksual tidak diketahui.Rhizopoda bereproduksi secara aseksual melalui berbagai mekanisme pembelahan sel yang mengarah ke pembelahan mitosis.Namun, tahap-tahap mitosis tidak tampak dengan jelas.
Contohnya, pada proses pembelahan sel terbentuk benang-benang spindel, tetapi membran inti tidak pernah menghilang selama proses pembelahan. Pembelahan sel diawali dengan pembelahan inti, selanjutnya membran plasma semakin melekuk ke arah dalam hingga terbentuk dua sel anakan.





Sumber: http://scahyanugraha.files.wordpress.com
4. Habitat Rhizopoda
Rhizopoda pada umumnya hidup bebas di alam, namun ada pula yang hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia.Rhizopoda yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit.Rhizopoda yang hidup bebas di alam dapat ditemukan di air laut, air tawar, tanah yang basah, atau tempat yang berair dan lembap.Beberapa Rhizopoda dapat membentuk kista bila kondisi lingkungan memburuk, misalnya Amoeba sp.Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba
    Hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba
    hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba  
    histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan
    menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam
  colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi
  kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba   
  ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan,  
  sehingga merusak gigi dan gusi.
Description: https://cahyanugraha.files.wordpress.com/2010/11/euglena.jpg2.4.2. Filum Flagellata




  Bentuk dan struktur tubuh flagelata   
  Sumber:www.

1. Alat gerak

Alat gerak Flagellata adalah flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri khasnya, sehingga namanya disebut Flagellata (flagellum = cambuk).Letaknya berada pada ujung depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. tubuhnya namun ada juga di bagian belakang sel (posterior)sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.

2. Alat Pernafasan

Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel. Makanan,apakah hasil pengumpulan atau menghasilkan sendiri dari lingkungan sekitar, digunakan untuk pengumpulan senyawa-senyawa yang dibutuhkan dalam pertumbuhan, dan perbaikan. Pengumpulan senyawa-senyawa protoplasmic dan aktivitas fisik organisma memerlukan energi. Kebanyakan Protozoa, pelepasan energi adalah aerobic, membutuhkan penggunaan oksigen sebagai penerimaan terakhir hidrogen. Beberapa, bagaimanapun energi dikeluarkan, tidak bergantung pada lingkungan, dapat terjadi. Dalam Protozoa tidak terdapat organ spesial untuk pernafasan. Mempelajasri pernafasan adalah persoalan yang luas dalam pertukaran pernafasan, penghirupan oksigen dan pelepasan karbon dioksida, dan gambaran tentang biokimia dari mekanisme yang rumit dalam aerobik dan anaerobik pelepasan energi.
3.Reproduksi
Reproduksi pada Flagellata ada 2 macam, yaitu vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif terjadi dengan cara pembelahan biner secara transversal, misalnya pada Euglena, sedangkan reproduksi generatif terjadi melalui persatuan antara ovum dan spermatozoid, misalnya pada Volvox.

4. Habitat Flagellata

Flagellata ditemukan di lingkungan berair atau setidaknya di tempat yang basah. Sebagian besar spesies Flagellata memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Pada umumnya Flagellata hidup bebas di lingkungan air tawar, atau genangan air di daratan, namun ada juga spesies Flagellata yang hidup di lautan,.Ada yang soliter dan ada pula yang berkoloni


2.4.3 Filum Ciliata
a.    Struktur Tubuh Paramecium
Paramecium memiliki cilia yang berfungsi sebagai alat gerak , pengembil makanan, maupun seagai penerima rangsang. Mempunyai bagian tubuh anterior tumpul, sedangkan ujung posteriornya meruncing. Bulu getar tubuh di seluruh permukaan tubuhnya. Bentuk tubuh Paramecium tetap, sebab selaput selnya tersusun atas pelikel. Di sebelah dalam pelikel terdapat sitoplasma. 




Struktur tubuh paramecium


Sitofage yaitu anus yang digunakan untuk melepaskan sisa pencernaan. Paramecium memiliki sitostoma atau mulut sel. Serta memiliki dua nukleus,
Yaitu nukleus besar (makronukleus) dan nukleus kecil (mikronukleus)
b.   Cara Reproduksi
Hewan ini berkembang biak secara tak kawin (aseksual) dan secara kawin (seksual). Perkembangbiakan secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.
            Pembelahan biner denga membentuk dua paramecium yang mempunyai perangkat sel yang sama. Pembelahan tersebut dapat berlangsung selama dua jam. Setiap hari Paramecium dapat membelah satu sampai empat kali.
c.    Habitat
Organism filum ini umumnya hidup si air tawar dan laut. Beberapa jenis Ciliata hidup sebagai parasit pada makhluk lain. Umumnya, ciliate hidup pada perairan yang kaya zat organik.

2.4.4. Filum Sporozoa
a.    Struktur tubuh
Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval. Tidak memiliki alat gerak, dan setiap sel tubuhnya memiliki sebuah inti (nukleus). Hewan ini tidak memiliki vakuola kontraktil. Makanan diserap langsung dari hopesnya melalui seluruh permukaan tubuhnya.
b.   Ekskresi dan Respirasi
Proses ekskresi dan respirasi filum sporozoa berlangsung  secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya.
c.    Reproduksi Sporozoa pada Plasmodium









sumber: www.mediskus.com
· Setelah nyamuk Anopheles menyerap darah manusia yang terinfeksi, mikrogametosit dan makrogametosit berkembang dan melebur menjadi zigot dan membentuk kista.
·  Didalam kista, zigot berkembang menjadi sporozoit dan berpindah kedalam kelenjar ludah nyamuk.
· Sporozoit tadi masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles.
· Melalui aliran darah, sporozoit berpindah kedalam hati dan membentuk merozoit.
·  Merozoit dapat menyerang sel hati lain dan juga sel darah merah.
· Jika merozoit menyerang sel darah merah, maka didalamnya merozoit tersebut dapat menghasilkan ribuan merozoit lagi.
·  JIka ribuan merozoit tadi selesai direproduksi dalam skala tinggi maka menyebabkan sel darah merah lisis dan meyebabkan penderita menjadi demam.
· Ribuan merozoit yang direproduksi secara aseksual tadi dapat berkambang menjadi mikrogametosit atau makrogametosit.
· Mikrogametosit dan makrogametosit tersebut dapat dihisap oleh nyamuk Anopheles lainnya dan mengulangi siklus hidupnya.

















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Protozoa bisa diartikan sebagai hewan pencetus atau hewan pertama . Protozoa merupakan kelompok lain protista eukaryotic. Protozoa memiliki ukuran tubuh yang mikroskopik yaitu berukuran antara 3-1000mikron. Tubuhnya Uniseluler. Tubuhnya ada yang berbentuk bola, memanjang, lonjong, berflagel, dan bersilia
Protozoa hidup di air atau di tempat yang basah. Beberapa spesies bersifat parasit. Hidupnya secara soliter ada juga yang berkoloni dan kosmopolit. Mempunyai alat gerak berupa pseudopodia, silia , atau flagella dan memiliki vakuola kontraktil sebagai system reapirasinya. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.
Klasifikasi protozoa antara lain : Rizhopoda , Flagellata, cilliata , Sporozoa. Protozoa juga berperan penting dalam kehidupan, salah satunya sebagai penyeimbang ekosistem. Beberapa protozoa juga merugikan karena  menyebabkan penyakit.

3.2. Saran
Dalam pembelajaran matakuliah Avertebrata Air diharapkan mahasiswa dapat mengenal lebih jauh tentang organisme protozoa, habitatnya, cara bereproduksinya serta klasifikasinya. Sewajibnya kita memahami apa itu protozoa dalam mata kuliah Avertebrata air.









DAFTAR PUSTAKA

Anorital, Dewi, Rita M.2010. Distribusi Parasit Usus Protozoa Di Kabupaten Hulu
Sungai Utara Kalimantan Selatan. Suplemen Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Volume 20.
Campbell N.A. dan Reece J.B. 2005. Biology. Edisi ke-7. San Fransisco: Pearson
Benjamin Cummings

Haeckel, Ernst. 1904. Kunstformen der Natur. (Online), http://wikipedia.org.Flagellata.htm, diakses tanggal 2 Oktober 2010)

Levine, D. Norman. 1990. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner. Yogyakarta:
UGM Press.
Prawirohartono, Slamet dkk.2007. Sains Biologi 1 SMA/MA. Jakarta: Bumi
Aksara.
Purwaningsih, Indah.2013. Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih Ikan
Mas Di Unit Kerja Budidaya Air Tawar Ukbat Cangkringan DIY. Skripsi Biologi.UIN Sunan Kalijaga
Suryanto, H Asus Maizar. 2009. Pendugaan Status Trofik Dengan Pendekatan
Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton Di Waduk Sengguruh, Karangkates, Lahor, Wlingi Raya dan Wonorejo Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 1 No. 1.